Senin, 29 Oktober 2018

MANFAAT TI TERHADAP ANAK USIA DINI ( DAMPAK POSITIF DAN NEGATIF )

MANFAAT TI TERHADAP ANAK USIA DINI 
( DAMPAK POSITIF DAN NEGATIF )

Teknologi informasi sangat berperan penting dalam sarana dan prasarana pembelajaran. Tujuan diberikannya teknologi informasi pada anak usia dini adalah memperkenalkan teknologi informasi, selain itu untuk memudahkan anak usia dini dalam membatu proses belajar dengan cara yang menyenangkan, kreatif, imaginatif. Pemakai teknologi informasi dan komunikasi sebagai sumber belajar, seperti cd interaktif. Contohnya, belajar berhitung, belajar membaca, mengenal huruf, mengenal warna dll.
Anak-anak pada usia dini sangat cepat dan mudah belajar seraya bermain,  yang terkadang sebagai orang tua atau juga sebagai pendidik anak usia dini tidak boleh melupakan pengawasan dalam pembelajaran yang menggunakan sumber belajar teknologi informasi komunikasi agar anak-anak tidak melenceng jauh dari pengenalan pembelajaran yang di harapkan sebagai sumber belajar yang baik.

Ø  Dampak Positif

 Anak-anak dapat menggunakan perangkat lunak pendidikan seperti program-program pengetahuan dasar membaca, berhitung, sejarah, geografi, dan sebagainya. Tambahan pula, kini perangkat pendidikan ini kini juga diramu dengan unsur hiburan (entertainment) yang sesuai dengan materi, sehingga anak semakin suka.

1.Membuat anak semakin tertarik untuk belajar.
2.Dapat menjadi solusi bagi para orangtua yang memiliki anak yang merasa mudah bosan untuk belajar.
3.Dapat menambah wawasan.
4.Memudahkan anak-anak untuk mendapatkan banyak ilmu tambahan lewat internet. 
Ø  Dampak Negatif

1.   Anak-anak bisa ketergantungan terhadap Teknologi Informasi dan Komunikasi.
2.  Anak-anak akan cenderung mengerjakan tugas sendiri dengan bantuan internet dari pada belajar berkelompok yang disitu banyak sekali hikmah-hikmah yang terkandung dalam nilai kebersamaan.
3.  Dapat terpengaruh kedalam pergaulan yang tidak baik karena kurang control dari teman ataupun dari orang tua.
4.   Anak-anak bisa saja secara tidak sengaja mengakses situs-situs pornografi.
5.  Mengurangi sifat sosial manusia karena cenderung lebih suka berhubungan lewat internet daripada bertemu secara langsung (face to face).
6. Kemungkinan besar tanpa sepengetahuan orangtua, anak ‘mengkonsumsi’ games yang menonjolkan unsur-unsur seperti kekerasan dan agresivitas. Banyak pakar pendidikan mensinyalir bahwa games beraroma kekerasan dan agresi ini adalah pemicu munculnya perilaku-perilaku agresif dan sadistis pada diri anak.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar